Rasanya Endingnya Nanggung Banget Kembalinya Anak Iblis (2019)

Meski selamat dari teror di Pulau Ayunan, Rama tidak bisa melanjutkan hidupnya dengan tenang. Kekasihnya, Chelsi, syok berat dan harus dirawat di rumah sakit jiwa. Ditambah dengan jasad adiknya, Hana, dan sahabatnya, Vira, yang belum juga diketemukan. Ia pun mengajak Garin, Farel, dan Quincy untuk kembali ke Pulau Ayunan. Garin dan Farel awalnya keberatan, namun insiden misterius yang menewaskan Quincy meyakinkan mereka berdua untuk ikut bersama Rama. Bersama dengan Clara dan Joy, berlima mereka menuju Pulau Ayunan.

Pertama-tama, saya mengapresiasi dimunculkannya adegan flashback di bagian awal yang merupakan cuplikan dari film prekuel ini, “13: The Haunted”. Dengan demikian, penonton yang belum sempat menonton film tersebut bisa mendapat gambaran tentang cerita yang diusung dalam “Kembalinya Anak Iblis”, yang notabene adalah bagian kedua alias sekuelnya.

Salah satu kritikan mengenai '13 cara 'pada prekuelnya baru muncul di babak ketiga dan pada akhirnya terburu-buru diimplementasikan ke dalam cerita sepertinya didengarkan dan coba coba. ’13 Cara Menutup Gapura Tentrem ’yang diangkat sebagai tema film kali ini mulai diperkenalkan sedari awal. Sayangnya, sama sekali tidak ada penjelasan keterkaitan cerita dengan terbukanya gapura tentrem yang merupakan jembatan antara dunia nyata dengan dunia arwah. Ujug-ujug saja Clara dan Joy tahu bahwa mereka harus kembali ke Pulau Ayunan dan menutup gerbang tersebut.

Soal benang merah cerita inilah yang lantas konsisten menimbulkan tanda tanya sepanjang durasi. Banyak hal yang dikirimkan dan tidak masuk dinalar. Sutradara atau penulis tidak berusaha untuk menjelaskannya.

Sebagai contoh, di awal ditunjukkan bahwa si anak iblis, lupa nama karakternya, nempel ke Chelsi. Itu yang menyebabkan dirinya menjadi seolah-olah gila. Namun meski belakangan terungkap bahwa arwah anak iblis tersebut masuk ke tubuh Clara, sosok si anak iblis masih tetap menghantui rumah sakit jiwa tempat Chelsi yang dirawat. Aneh.

Contoh lain adalah ketika karakter Farel mencari Joy. Arah datangnya Farel dan Clara adalah dari depan pohon, namun Farel justru melangkah pergi melalui samping pohon, bukan ke arah mereka sebelumnya datang. Soal pohon yang mempengaruhi kekuatan besar juga sama sekali tidak ada yang benar-benar ada yang benar-benar ada yang dapat dilakukan dengan tragedi di Pulau Ayunan. Malah jadi mewujudkan keinginan keramat yang memang sudah ada sejak lama di pulau tersebut, tanpa ada yang sama sekali dalam pembunuhan yang terjadi.

Cerita secara keseluruhan terasa singkat dan datar. Twistnya sudah mulai tertebak sejak kamera di-close-up ke wajah Clara pada adegan Clara berdiri di depan pohon 'keramat'. Saat saat Chelsi menyadari ada yang tidak beres dengan Clara juga sebenarnya agak ambigu. Kembali ke soal gapura tentrem, Clara dan Joy digambarkan sebagai sosok yang paham tentang apa yang terjadi di pulau Ayunan. Pernyataan pernyataan Chelsi tentang Clara yang tahu soal pembunuhan dengan kapak sejujurnya bukti yang kuat untuk mencurigai Clara.

TRAILER HERE

No comments

Powered by Blogger.