Film Pertama Arie Kriting Menjahit Dua Genre Pelukis Hantu (2020)

Tutur, pelukis amatir, menerima tawaran menjadi pelukis hantu di sebuah acara televisi karena tuntutan ekonomi. Dia sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk melihat roh. Dia terkejut ketika dia benar-benar bisa melihat makhluk ini. Acara TV menjadi viral dan peringkatnya melonjak. Namun, ia merasa resah dengan kehadiran kuntilanak yang menghantuinya. Dia meminta bantuan Amanda, yang menulis dan meneliti hal-hal gaib. Tutur, Amanda, dan Udin, pengelola Tutur, melakukan berbagai ritual untuk berkomunikasi dengan kuntilanak dan mencari tahu pesan apa yang ingin ia sampaikan.
Tutur adalah seorang pelukis. Lukisannya dijual di galeri seni dengan harga yang tak terlalu mahal. Namun karena satu kejadian, dia diberhentikan untuk tak boleh menyuplai kembali lukisannya ke galeri.
Jalan rezeki justru terbuka ketika Tutur ditawari kawannya, Udin untuk menjadi pelukis hantu di sebuah acara televisi. Sempat menolak karena idealismenya sebagai seorang pelukis, Tutur akhirnya luluh karena himpitan ekonomi yang sulit dibantah.
Bukan hal mudah menjahit dua genre dalam satu film. Apalagi genrenya bertolak belakang seperti komedi dan misteri. Namun, film Pelukis Hantu bisa dibilang cukup berhasil memadu padankan dua genre tersebut. Ada adegan yang berhasil bikin tertawa, seperti dialog-dialog recehnya.
Di sisi lain, adegan horornya juga masih bisa disampaikan dengan tetap memberikan rasa ngeri. Walaupun kalau dibandingkan sama film-film yang murni horor, nuansa mistisnya masih belum bisa mengalahkan. Meski begitu, film ini patut diapresiasi, sebab membuat film dengan merampingkan dua genre bukan hal mudah.
Film Pelukis Hantu ditulis dan disutradarai oleh Arie Kriting, salah satu komika top Tanah Air. Arie juga sudah beberapa kali bintangi dan bekerja di balik layar dalam berbagai film Indonesia. Pengetahuannya soal film barangkali sudah cukup untuk modalnya menyutradarai karyanya sendiri.
Apresiasi buat Arie kriting yang di film debutnya ini punya teknik penyutradaraan cukup baik. Penonton cukup dibuat nyaman dengan teknik pengambilan gambar yang tepat dan tak berlebihan. Walau film Pelukis Hantu ini minim scoring, tapi enggak membuatnya kehilangan suasana.
Overall, Sinematografi yang bagus, saya suka transisi ketika Tutur mulai melukis dan melihat hantu. Alur ceritanya sederhana namun tetap menghibur. Saya agak berharap di akhir film ada sesuatu yang mengejutkan tetapi masih cukup bagus walau plotnya aga flat but its okey

No comments

Powered by Blogger.